Friday, 11 October 2013

Prinsip Kebahagiaan Sejati

Haloo... Ini posting pertama diblog ini, curhatan kali ini Saya ingin ambil suatu hal yang ringan-ringan saja, seperti yang kita tau, kebanyakan orang menganggap bahwa hidup sebagai orang kaya, ounya pasangan tampan atau cantik, akan lebih bisa menikmati hidup ini, dibanding dengan orang miskin yang tidak punya harta, memiliki pasangan yang sederhana, atau tidak tampan/cantik, bahkan ada manusia yang berfikir, bahwa untuk bisa menikmati hidup orang harus kaya, rumahnya mewah, mobilnya mewah, bajunya bagus, uangnya melimpah, pasangan hidupnya tampan atau cantik dan sebagainya.

Dia bisa makan di restoran mewah mana saja yang dia mau, mau beli apa saja dia mampu, setiap hari libur bisa ke Negara mana saja yang dia suka, mau beramal banyak juga mampu. Sedangkan orang miskin? Yah, gak bisa ngapa-ngapain karena duitnya juga pas-pasan, kesana kemari naik angkot atau sepeda, dan seterusnya.

Benarkah demikian? mungkin sebagian besar anggapan ini tidak salah, tapi ada hal-hal yang orang tidak pernah berfikir bahwa manusia diciptakan Allah swt sebagai makhluk adaptif, orang bisa menikmati hidup dengan apa yang dia miliki, kebahagiaan bukan hanya monopoli orang kaya, orang cantik, orang ganteng, dan sebaliknya penderitaan juga bisa dialami oleh siapa saja.



Baik oleh orang yang melarat maupun konglomerat. Kita syukuri saja rizki yang kita punya. Kita nikmati apa adanya. Toh jadi orang kaya belum tentu bisa menikmati hartanya. Naik mobil mewah, tapi jika jalanan macet dan banyak masalah, yang dipikirin juga gak kerasa nikmatnya. Makan di restoran mewah pun sudah bosan karena saking seringnya, bahkan mungkin sudah tidak bisa merasakan nikmat lagi. Apalagi kalau dia menderita berbagai penyakit, maka makanan lezat pun nampak mengerikan, bagaikan malaikat pencabut nyawa layaknya!

Ada juga sih orang kaya yang sehat, bisa menikmati hidup dengan hartanya, sering pergi ke manca negara dengan keluarga. Sudah haji dan umrah berkali-kali lagi!Tapi orang miskinpun bisa menikmati hidup dengan apa adanya, yang penting dia bisa mensyukuri nikmat yang dia punya saat ini. Kalau lagi lapar habis kerja kuli mungkin makanan lauk tempe dan sayur bisa terasa sangat nikmat, jalan-jalan ke kebun binatang naik angkot tidak masalah. Gak bisa ke Mekah, yah ke masjid Raya / Jami cukuplah!

Kalau dipikir, pada zaman dulu, sebelum teknologi maju seperti sekarang ini, tidak ada mobil, orang bepergian naik perahu atau bahkan gerobak sapi, tidak ada pizza, makanan masih tradisional dan sederhana, tidak ada televisi, tidak ada tempat rekreasi seperti mall dan lainnya atau studio21, toh orang bisa menikmati hidup sesuai dgn kondisi waktu itu.

Nah coba deh kita renungkan hal ini. Yakinlah Allah itu maha adil, tidak mengenal kaya dan miskin; senang dan susah bisa menimpa keduanya. Kenikmatan adalah milik orang yang bersyukur
La In Syakartum La Aziidannakum Wa Lain Kafartum Inna ‘Adzaabi La Syadiid Artinya: "Apabila kamu bersyukur (terhadap nikmat Allah) niscaya Allah akan menambah nikmat terhadapmu" jadi mari kita semua mulai belajar bersyukur atas karunia-NYA.

No comments:

Post a Comment